Tingkatkan Layanan, Kemenag Buat Standar Kompetensi Kerja Nasional Pembimbing Ibadah Haji

Sugeng rawuh Webtechgadgetry di Situs Kami!

Jakarta – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji. Peningkatan keterampilan pramuwisata haji terus kami tingkatkan, salah satunya dengan penyusunan Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pramuwisata haji. Tingkatkan Layanan, Kemenag Buat Standar Kompetensi Kerja Nasional Pembimbing Ibadah Haji

Direktur Jenderal PHU Hilman Latief mengatakan, standar kualifikasi pemandu ibadah haji diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pasal 32 UU Nomor 8 Tahun 2019 menyebutkan, Pemandu Haji yang memberikan bimbingan ibadah haji dan umroh kepada jamaahnya harus mempunyai standar kemampuan kerja. Anti Ribet! Ini Cara Membuat Filter Instagram Sendiri

“Standar kompetensi ini ingin kita tingkatkan ke SKKNI. Dulu kita masih menggunakan standar kompetensi khusus (SKK) yang hanya berlaku di internal Kementerian Agama,” kata Hilman Latief saat membuka penyusunan standar kompetensi kerja nasional. untuk Pemandu Haji Manasik Indonesia Kementerian Agama pada Rabu, 30 Agustus 2023.

“Kedepannya kita akan tingkatkan dari SKK menjadi SKKNI yang nantinya akan ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan sebagai lembaga negara yang berwenang menetapkan standar kualifikasi,” lanjutnya.

Hilman menjelaskan, standar kualifikasi jemaah haji dan umrah meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiga kompetensi ini sangat penting bagi seorang pemandu ibadah dan dijadikan acuan dalam pelaksanaan sertifikasi pemandu haji.

Sebab, tantangan masa depan akan semakin kompleks. Misalnya kuota haji yang sangat besar. Tahun ini Indonesia mendapat kuota sebanyak 221.000 jemaah, belum termasuk banyaknya jemaah di luar kuota. Mereka pergi ke Arab Saudi dengan visa haji.

Tantangan lainnya adalah keunikan jamaah haji Indonesia. Jumlah penduduk lanjut usia juga semakin meningkat. Tingkat pendidikan paroki juga sangat bervariasi, banyak yang hanya sampai sekolah dasar.

“Pemandu tidak cukup memahami dalil atau tahapan ibadah haji. – Pemandu juga harus memahami kondisi lapangan dan mengetahui cara membimbing jamaah kita,” kata Hilman.

“Pemandu diharapkan benar-benar memahami keadaan jamaah saat ritual berlangsung. Pahami juga kondisi kesehatan jemaah. “Sehingga kami dapat memberikan bimbingan dan solusi ibadah yang terbaik kepada jamaahnya,” lanjutnya.

Hilman menambahkan, untuk pelaksanaan sertifikat Panduan Manasik Haji, Ditjen PHU bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah memenuhi persyaratan. Sebab, proses sertifikasi menghasilkan instruktur ibadah haji yang mampu membimbing jamaah haji dengan baik, tutupnya. Tingkatkan Layanan, Kemenag Buat Standar Kompetensi Kerja Nasional Pembimbing Ibadah Haji

Acara tersebut dihadiri oleh Arsad Hidayat, Direktur Pembinaan Haji, M. Amir Syarifuddin, Direktur Pengembangan Standardisasi Keterampilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan Khalilurrahman, Kepala Sudin Bimbingan Paroki selaku Direktur Eksekutif.

Perwakilan dari Kadin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Lembaga Sertifikasi Profesi, Balitbang Kemendikbud, Kemenag, Kantor Hukum Setjen Kemenag serta tim Ditjen PHU juga turut serta dalam kegiatan ini. Mualaf bersertifikat, simak potret umrah Christian Sugiono bersama Titi Kamali Christian Sugiono dan Titi Kamali saat ini diketahui sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Hal itu terungkap dari foto-foto di Instagram Titi Kamal. Webtechgadgetry 3 Februari 2024